Tentang Proyek Dharma100

Dokumentasi Terbuka 100 Tonggak Sejarah Spiritual, Intelektual, dan Kemanusiaan dalam Tradisi Buddhis Dunia.

Misi & Visi Pendidikan

Dharma100 lahir dari keyakinan mendalam bahwa sejarah agama Buddha bukan sekadar milik satu tradisi atau satu negara, melainkan warisan peradaban dunia yang sarat dengan nilai-nilai perdamaian, rasionalitas, welas asih, dan seni arsitektur yang agung.

Selama lebih dari 2.600 tahun, ajaran yang dibabarkan pertama kali oleh Siddhartha Gautama di Taman Rusa Isipatana Sarnath telah melintasi gurun Taklamakan melalui Jalur Sutra, menyeberangi lautan menuju Sri Lanka dan Kepulauan Nusantara, memahat tebing batu di Gandhara dan Dunhuang, hingga berdialog dengan sains modern di abad ke-21.

Proyek ini merangkum 100 peristiwa paling menentukan dalam kronik peradaban tersebut dan menyediakannya secara cuma-cuma dalam 10 bahasa utama dunia (Bahasa Indonesia, Inggris, Mandarin, Jepang, Korea, Thai, Vietnam, Hindi, Spanyol, dan Prancis) agar dapat dipelajari oleh para peneliti, pelajar, praktisi spiritual, dan masyarakat umum tanpa batasan bahasa.

Landasan Metodologi & Sumber Sejarah

Setiap artikel dari ke-100 peristiwa dalam ensiklopedia ini disusun dengan pendekatan ilmiah historis-kritis dan non-sektarian. Kami mengintegrasikan empat pilar sumber primer:

1. Kanon Kitab Suci Klasik

Merujuk pada Tipitaka Pali (Vinaya, Sutta, Abhidhamma Pitaka) serta naskah Sanskrit & Tionghoa (Agama, Prajnaparamita, Mahayana Mahaparinirvana Sutra).

2. Prasasti Arkeologis

Prasasti batu dan pilar Raja Ashoka (abad ke-3 SM), prasasti tembaga Nalanda, prasasti Dinasti Maurya, Gupta, Sailendra, dan Khmer.

3. Kronik Penjelajah Jalur Sutra

Catatan perjalanan biksu peziarah ternama seperti Faxian (337–422 M), Xuanzang (602–664 M), dan Yijing (635–713 M) di India dan Sriwijaya.

4. Riset Warisan Dunia UNESCO

Data konservasi dan ekskavasi ilmiah di Bodh Gaya, Sanchi, Borobudur, Mogao Dunhuang, Lumbini, Sigiriya, dan situs warisan dunia lainnya.

Prinsip Non-Sektarian

Dharma100 menghormati seluruh aliran Buddhis yang ada di dunia — tradisi Theravada, Mahayana (Zen, Tanah Suci, Tiantai), dan Vajrayana (Tibet, Shingon) — secara berimbang dan adil. Kami memandang keanekaragaman tradisi ini sebagai kekayaan dialog filosofis dan spiritual yang hidup.

Dukungan & Keberlanjutan

Website ini dikelola secara independen. Untuk mendanai infrastruktur server kecepatan tinggi, penerjemahan multibahasa, dan riset naskah, website ini mengintegrasikan penayangan iklan yang disesuaikan melalui Google AdSense. Kami memastikan bahwa penempatan sponsor mematuhi standar ketat Valuable Inventory, tanpa mengganggu kenyamanan dan kekhidmatan membaca Anda.